Sedikitnya ada tiga faktor krusial yang menjadi penyebab kekalahan Barcelona dari Bayern Munchen dengan skor 0-3 pada laga perdana Grup E Liga Champions DAFTAR Sbobet Online, Rabu (15/9) dini hari WIB.

Tampil di depan publik Camp Nou, Barcelona malah bertekuk lutut dari tim tamu. Thomas Muller membuka keunggulan Munchen dan dua gol lainnya diborong Robert Lewandowski.

Hasil negatif ini membuat Barcelona terpuruk di dasar klasemen Grup E tanpa perolehan poin sementara Munchen berhak duduk di puncak dengan raihan tiga poin.

Benfica dan Dinamo Kiev yang bermain imbang tanpa gol masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga. Kedua tim ini sama-sama baru mengemas satu angka.

Berikut 3 faktor krusial yang bikin Barcelona kalah dari Bayern Munchen.

1. Kehilangan Sosok Messi

Selepas kepergian Messi, Barcelona memang dinilai bakal mengalami kemerosotan. Pasalnya, belum ada pemimpin di lapangan yang bisa jadi pembeda setiap saat seperti yang diperagakan Messi selama ini.

Memphis Depay yang diharapkan jadi ikon baru di Camp Nou masih belum sesuai ekspektasi. Winger asal Belanda itu lebih banyak berkreasi sendiri dan belum benar-benar menyatu dengan pemain lain.

Barcelona boleh saja tak terkalahkan di La Liga dalam beberapa pekan terakhir. Namun kemenangan di kompetisi domestik bukan jaminan berjaya di pentas Eropa.

Buktinya mereka dibuat tak berkutik di depan publik sendiri saat menjamu Munchen. Bahkan, Barcelona yang tak lagi memiliki Messi, tak mampu melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran di sepanjang pertandingan.

Ronald Koeman harus bekerja lebih keras untuk melepaskan ketergantungan kepada Messi yang kadung melekat di Barcelona.
2. Hantu Cedera

Ronald Koeman harus menghadapi hantu cedera sejak awal musim. Terlebih sebagian besar pemain yang menepi adalah penyerang seperti Sergio Aguero, Ousnamane Dembele, dan Martin Braithwaite.

Pemilik jersey nomor 10 Barcelona, Ansu Fati, juga belum bisa dimainkan karena masih harus menjalani pemulihan cedera lutut.

Skenario pelatih Ronald Koeman dengan bertumpu kepada Luuk de Jong belum membuahkan hasil. Striker asal Belanda itu belum menemukan bentuk permainan bersama Philippe Coutinho dan Memphis Depay.

Terbukti, trisula ini tak mampu melepaskan tembakan sasaran ke gawang The Bavarian di sepanjang pertandingan.

3. Lewandowski yang Mematikan

Robert Lewandowski kembali jadi momok bagi Barcelona. Kali ini bomber asal Polandia tersebut mencetak brace yang membuktikan rapuhnya pertahanan tim tuan rumah.

Gol kedua Lewandowski bahkan terjadi berkat skil individu menawan. Ia lebih dulu memperdaya Gerard Pique sebelum menjebol gawang Andre Ter Stegen untuk kali kedua.

Saat ini Lewandowski membukukan diri sebagai salah satu striker paling subur di dunia lewat torehan gol di 18 pertandingan berturut-turut untuk Munchen.

Musim lalu pria asal Polandia ini berhasil memecahkan rekor Gerd Muller di Bundesliga lewat catatan 41 gol dari total 28 pertandingan di liga ini.

Meski sudah 33 tahun, Lewandowski masih jadi finisher paling mematikan di Eropa. Penyelesaian akhir yang klinis membuat Barcelona keok di kandang sendiri.